Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Curah Hujan Meningkat di Awal Tahun, BPBD Tabanan Ingatkan Warga Waspada

J
Penulis: Juliadi Radar Bali❯
 
Kondisi tanah longsor yang menutupi akses jalan di  Banjar Dinas Asah Tegeh Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan, Tabanan.
Kondisi tanah longsor yang menutupi akses jalan di Banjar Dinas Asah Tegeh Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan, Tabanan.
 
 
Radarbadung.jawaposcom- Kepala BPBD Tabanan meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan ditengah kondisi cuaca ekstrem yang mulai terjadi pada bulan Januari ini.
 
Apalagi saat ini musibah tanah longsor dan pohon tumbang mulai terjadi dibeberapa wilayah di Tabanan.  
 
Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri menyebut mulai meningkatnya intensitas hujan yang mencapai 20 persen yang hampir terjadi dibeberapa wilayah di Tabanan. Maka pihaknya mengingatkan masyarakat untuk melakukan antisipasi.     
 
Pasalnya curah hujan yang tinggi ini berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. 
 
"Selain itu kami juga telah menginformasikan kepada jajaran dan petugas penanggulangan bencana untuk siap siaga. Bilamana ada pengaduan atau laporan dari masyarakat terhadap bencana," ungkapnya, Selasa kemarin (6/1). 
 
Diawal bulan Januari ini sudah terjadi bencana tanah longsor di Tabanan. Yakni material longsoran tanah menghalangi akses jalan yang terjadi Banjar Dinas Asah Tegeh Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan, pada 2 Januari lalu. 
 
 
"Material longsor menutupi seluruh akses jalan menyebakan terputusnya sementara arus lalin," ujarnya. 
 
Penanganan pembersihan material longsor sudah dilakukan petugas Tim Reaksi Cepat BPBD Tabanan dibantu aparat TNI dan Polres Tabanan serta masyarakat. 
"Akses jalan kabupaten itu kini sudah dapat dilalui masyarakat," ucapnya. 
 
Srinadha Giri menambahkan meningkatnya curah hujan, masyarakat sejatinya dalam melakukan antisipasi dini. Salah satunnya yang dapat dilakukan dengan pembersihan saluran air got pada rumah atau saluran air. 
 
Hal mudah lainnya peduli terhadap aliran sungai dengan tidak membuang sampah. Karena material sampah atau tumpukan sampah dapat mengganggu aliran sungai. 
 
"Pada masyarakat yang tinggal diwilayah dataratinggi atau lereng perbukitan, tetap memantau kondisi prakiraan cuaca. Bila tempat tinggal berpotensi longsor, maka segera mungkin untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman," tandasnya.***

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Tiga Rumah di Sanggulan Tabanan Diterjang Longsor, Anak Pemilik Rumah Patah Tulang

Tiga Rumah di Sanggulan Tabanan Diterjang Longsor, Anak Pemilik Rumah Patah Tulang

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Tabanan pada Selasa (27/10) malam memicu tanah longsor di Perumahan BTN Puskopad II, BSI Sanggulan Indah, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Akibatnya, tiga rumah warga rusak tertimpa

Hujan Mulai Mengguyur, BPBD Tabanan Ingatkan Ancaman Longsor dan Banjir di Selemadeg hingga Pupuan

Hujan Mulai Mengguyur, BPBD Tabanan Ingatkan Ancaman Longsor dan Banjir di Selemadeg hingga Pupuan

Memasuki akhir Oktober, sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan

Selemadeg Barat Paling Terdampak Kekeringan, 7 Banjar Dinas Kesulitan Air Bersih

Selemadeg Barat Paling Terdampak Kekeringan, 7 Banjar Dinas Kesulitan Air Bersih

Kecamatan Selemadeg Barat menjadi wilayah paling terdampak kesulitan air bersih sepanjang musim kemarau panjang ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan terus melakukan pengiriman air

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer