Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menarik, Rumah Pohon di Setra Jadi Objek Wisata

F
Penulis: Francelino Junior❯
Tampak rumah pohon di Setra Desa Adat Buleleng (lampu merah). Tempat tersebut akan menjadi objek wisata.
Tampak rumah pohon di Setra Desa Adat Buleleng (lampu merah). Tempat tersebut akan menjadi objek wisata.
 
Radarbadung.jawapos.com- Ada yang berbeda di areal Setra Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng utamanya saat malam hari.
 
Tampak dari jauh, warna kemerahan ada di atas pohon besar di sana.
 
Usut punya usut, ternyata itu adalah rumah pohon, yang menjadi saksi sejarah di Kota Singaraja.
 
Diketahui, rumah pohon yang berada di kawasan Setra Desa Adat Buleleng, dulunya berfungsi sebagai pos pemantauan kapal di Pelabuhan Buleleng.
 
Apalagi Bali utara di masa lampau sebagai pusat perdagangan dan pintu masuk utama Bali.
 
Bahkan pemuda-pemuda Buleleng dulunya juga sekaligus memantau kapal-kapal Belanda.
 
 
Terbaru, tempat tersebut sudah direnovasi sejak Minggu (18/01).
 
Proses pembenahan dilakukan secara hati-hati, agar karakter asli bangunan serta nilai historisnya tetap terjaga dan melekat, sekaligus aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan.
 
Upaya ini sebagai bentuk pelestarian sejarah sekaligus pengembangan wisata budaya. 
 
”Rumah ini memiliki sejarah yang bermakna bagi masyarakat Buleleng. Dahulu difungsikan sebagai pos pengintaian kapal yang masuk ke pelabuhan, namun kini akan menjadi spot pariwisata heritage yang sangat edukatif,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Wardani Sutjidra usai peresmian pada Minggu kemarin (1/2).
 
Rumah pohon di Setra Desa Adat Buleleng akan diarahkan menjadi salah satu daya tarik wisata, berbasis sejarah dan budaya di Kota Singaraja.
 
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan penambahan tangga agar masyarakat dapat naik ke rumah pohon. 
 
Harapannya, keberadaan rumah pohon tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Buleleng, khususnya dalam pengembangan city tour Kota Singaraja.
 
”Ke depan, rumah pohon ini tidak hanya menjadi tempat berfoto, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang menceritakan peran penting Buleleng pada masa lalu, khususnya terkait sejarah pelabuhan dan perjuangan masyarakat dalam menjaga wilayah,” ungkap Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna.***
 

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Ramai Hotel Dijual Online, Gubernur Bali: Pariwisata Bali Tetap Sehat

Ramai Hotel Dijual Online, Gubernur Bali: Pariwisata Bali Tetap Sehat

Ramainya iklan hotel dijual di berbagai platform online memicu kekhawatiran kondisi pariwisata Bali. Gubernur Bali Wayan Koster menampik isu tersebut, menegaskan sektor pariwisata tetap stabil dan sehat. Pernyataan itu

Viral Warga Diminta Putar Balik, Pengelola Jatiluwih: Tak Larang Warga Melintas

Viral Warga Diminta Putar Balik, Pengelola Jatiluwih: Tak Larang Warga Melintas

Unggahan pengendara motor yang mengaku diminta berputar balik saat melintas di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, viral di media sosial. Pengelola akhirnya angkat bicara untuk melurus

Bawa 18 Wisatawan, Mobil Isuzu Elf Terbakar di Baturiti- Diduga Kabel Sound Konslet

Bawa 18 Wisatawan, Mobil Isuzu Elf Terbakar di Baturiti- Diduga Kabel Sound Konslet

Sebuah mobil Isuzu Elf bernopol DK 7827 AI yang mengangkut 18 wisatawan lokal terbakar di Jalan Raya Denpasar–Singaraja, tepatnya di Banjar Pekarangan, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Senin (14/9) sekitar

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer