Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Heboh, Siswa SMPN 2 Marga Kerauhan Massal Saat Sembahyang

J
Penulis: Juliadi Radar Bali❯
Suasana sekolah SMPN 2 Marga, Tabanan setelah siswanya kerauhan massal.
Suasana sekolah SMPN 2 Marga, Tabanan setelah siswanya kerauhan massal.

Radarbadung.jawapos.com– Kehebohan terjadi di SMP Negeri 2 Marga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (4/2) sekitar pukul 08.00 wita.  


Advertisement

Disaat akan dimulai proses kegiatan belajar, mendadak belasan siswa mengalami kerauhan.

Belasan siswa yang alami kerauhan itu membuat kondisi sekolah tidak kondusif. Bahkan membuat siswa tidak tenang saat proses pembelajaran. Akibat adanya kejadian itu akhirnya para siswa dipulangkan lebih awal. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Marga, Ni Made Dian Kurnia, mengaku kerauhan yang terjadi pada sejumlah siswa SMPN 2 Marga sebelum dimulai belajar didalam kelas.  

Advertisement

Biasanya para siswa terlebih dahulu melaksanakan persembahyangan Tri Sandya. Siswa berkumpul di halaman sekolah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan visi dan misi sekolah, sebelum kegiatan literasi dimulai pula. 

Saat kegiatan berlangsung persembahyangan, salah satu siswa tiba-tiba jatuh pingsan dan dibawa ke ruang kesehatan. Namun setelah itu siswa tersebut berteriak dan mengalami kerauhan. 

Advertisement

"Kondisi tersebut kemudian berdampak pada belasan siswa putri dengan jumlah sekitar 15 orang ikut alami mengalami kerauhan," ceritanya.  

Karena banyaknya siswa yang kerauhan, pihak sekolah sempat dibantu warga sekitar melakukan upaya penanganan dan penyembuhan dari siswa yang kerauhan.

Setelah dilakukan penanganan secara niskala oleh jro mangku, kondisi para siswa berangsur membaik. 

Astungkara kondisi sudah kondusif, namun mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh siswa dipulangkan lebih awal pada pukul 09.30 Wita setelah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG).  

"Jadi antisipasi agar tidak terjadi kerauhan dan  hal yang terjadi lainya. Maka kami pulang siswa lebih awal. Kami juga sudah menghubungi orang tua siswa untuk menjemput anaknya," ucap Dian Kurnia. 

Menurut dari keterangan salah satu siswa yang kerauhan setelah berhasil disembuhkan.

Saat sembahyang dilakukan sempat berkata "panas-panas. Sampunang uyak nira" sembari mengarahkan tangannya ke arah bebaturan yang ada di sebelah barat sekolah.

Tepatnya di pinggir telabah Anyar yang merupakan saluran irigasi Subak Delod Kukuh. 

Karena di lokasi tersebut memang ada sebuah bebaturan dan kesehariannya aktivitas mebanten dilakukan oleh pegawai sekolah.  

Dimana menurut kepercayaan, sarana banten di lokasi tersebut hanya menggunakan canang dengan rarapan tanpa dupa.

Namun kemungkinan siswa melakukan aktivitas mebanten atau sembahyang tanpa menggunakan sarana dupa. "Kemungkin itu yang menyebabkan kerauhan dari para siswa," ungkapnya. 

Agar tidak terulang lagi kejadian serupa, pihaknya akan tanyakan lagi kepada pemangku.

Selain itu juga tetap memberikan edukasi pada siswa agar proses sembahyang ditingkatkan lagi. 

Sementara itu, informasi lainnya yang dihimpun SMPN 2 Marga, bahwasannya sekolah seluas 91 are tersebut pernah melakukan upacara Rsi Gana (pecaruan gede) sekitar 20 tahun lalu.

Karena sebelumnya pernah juga terjadi kerauhan pada siswa. Namun dengan kejadian kali ini, pihak sekolah berencana akan kembali melangsungkan upacara yang sama. 

Selain itu pihaknya akan menggelar Upacara guru piduka di Padma Sekolah dan Tugu Karang sebagai bentuk permohonan maaf. 

Tujuan upacara guru piduka agar kedepan proses belajar mengajar 637 siswa berjalan aman, tenang dan lancar.

“Kami juga nanti akan menemui pemangku Pura Dangka, karena sekolah ini masih di wewidangan Pura Dangka untuk pelaksanaan upacaranya, kalau dari pihak sekolah rencananya Sabtu ini atau saat Tumpek Uye, cuma masih kami tanyakan kembali agar lebih jelas," tandasnya.***

Advertisement

Artikel Terkait

Lebih dari 233 Ribu Orang Nikmati MBG di Denpasar, Sasaran Tak Hanya Siswa

Lebih dari 233 Ribu Orang Nikmati MBG di Denpasar, Sasaran Tak Hanya Siswa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di Kota Denpasar telah dinikmati oleh ratusan ribu warga. Sasaran program ini tidak hanya terbatas pada pelajar, tetapi juga meliputi tenaga pendidik, ibu hamil

Jelang Waisak, Umat Buddha di Bali Gelar Upacara Pattidana: Limpahkan Jasa Kebajikan untuk Para Leluhur

Jelang Waisak, Umat Buddha di Bali Gelar Upacara Pattidana: Limpahkan Jasa Kebajikan untuk Para Leluhur

Menyambut peringatan Tri Hari Suci Waisak yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2026, umat Buddha di Vihara Sakyamuni Bali melaksanakan Upacara Pattidana atau tradisi pelimpahan jasa kebajikan, Minggu (24/5). Upacara ini

15 Warga Terhempas Ombak, Satu Pemangku Luka Saat Upacara di Pantai Masceti

15 Warga Terhempas Ombak, Satu Pemangku Luka Saat Upacara di Pantai Masceti

Belasan warga yang sedang melaksanakan persembahyangan di tepi Pantai Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, terempas ombak besar pada Selasa (11/8). Seorang pemangku upacara mengalami luka ringan akibat peristiwa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer