Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Tertutup Longsor, 27 KK di Desa Gitgit Buleleng Terisolir

F
Penulis: Francelino Junior❯
Tim gabungan melakukan pembersihan jalan di Desa Gitgit yang tertutup longsor. Akibat kejadian ini, 27 KK terisolir dan anak-anak tidak dapat bersekolah. (Foto BPBD Buleleng)
Tim gabungan melakukan pembersihan jalan di Desa Gitgit yang tertutup longsor. Akibat kejadian ini, 27 KK terisolir dan anak-anak tidak dapat bersekolah. (Foto BPBD Buleleng)

Advertisement

Radarbadung.jawapos.com– Sebanyak 27 Kepala Keluarga (KK) di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, terpaksa terisolir.

Akses jalan rabat beton di wilayah tersebut tertutup material tanah dan bebatuan akibat longsor yang terjadi pada Rabu (8/4).
 
Kejadian bermula saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 16.00 Wita.

Tanah longsor berasal dari lahan perkebunan yang terletak di posisi lebih tinggi dengan kemiringan mencapai 45 derajat.

Advertisement

Material longsoran setinggi sekitar 70 meter itu menutup total akses jalan utama.
 
Akibatnya, aktivitas warga terganggu drastis.

Anak-anak tidak bisa bersekolah dan warga kesulitan untuk keluar-masuk desa.
 
"Otomatis jalan tertutup total, anak-anak jadi tidak bisa sekolah, masyarakat tidak bisa keluar juga," ujar Perbekel Desa Gitgit, I Putu Arcana, Kamis (9/4).
 
Menurut Arcana, warga sempat melakukan upaya gotong royong membersihkan material, namun pekerjaan harus dihentikan sementara karena hujan kembali turun guna mengantisipasi longsor susulan.
 
Hingga kemarin, progres pembersihan baru mencapai 60 persen.

Pengerjaan berjalan lambat karena medan yang sulit membuat alat berat tidak bisa masuk.

Advertisement

Selain tanah, material yang terbawa juga berupa pohon besar, bangunan, hingga struktur bangunan suci, sehingga butuh alat bantu seperti gergaji mesin.
 
"Sedalam 1,5 meter, panjang sepuluh meter dan lebar empat meter. Alat berat tidak bisa masuk, jadi hanya bisa dikerjakan manual saja," jelasnya.
 
Tim gabungan yang terdiri dari aparat desa, staf Kecamatan Sukasada, TRC BPBD Buleleng, Koramil, Polsek, serta masyarakat terus berupaya membuka akses tersebut secepatnya.
 
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, membenarkan bahwa kejadian ini dipicu oleh gerusan air hujan yang deras, ditambah kondisi tanah yang sudah labil dan jenuh air.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung

Artikel Terkait

Motor Rental Digelapkan lalu Digadaikan ke Sidatapa, 5 Orang Dibekuk

Motor Rental Digelapkan lalu Digadaikan ke Sidatapa, 5 Orang Dibekuk

Yovina Pradani, pemilik usaha Suba Rental, akhirnya bisa bernapas lega setelah dua sepeda motor miliknya yang disewakan sempat hilang. Kedua kendaraan tersebut berhasil ditemukan polisi pada 24 Oktober

Banyak Anak SD Kesurupan, Warga Pegayaman Gelar Tolak Bala di Proyek Shortcut

Banyak Anak SD Kesurupan, Warga Pegayaman Gelar Tolak Bala di Proyek Shortcut

Ratusan warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, menggelar kegiatan doa tolak bala di lokasi proyek shortcut Singaraja–Mengwitani titik 9–10, Rabu (30/9). Langkah ini diambil setelah sejumlah warga, terutama

Terdeteksi Judol dan Pinjol, 32 Keluarga di Buleleng Dicabut Bansos

Terdeteksi Judol dan Pinjol, 32 Keluarga di Buleleng Dicabut Bansos

Sebanyak 32 keluarga di Kabupaten Buleleng tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) setelah terdeteksi terkait aktivitas judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol). Pencabutan ini diketahui melalui

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer