Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stok Cadangan Pangan Buleleng Kritis, Target 50 Ton Baru Tercapai 11 Ton

E
Penulis: Eka Prasetya❯
Proses penyaluran beras cadangan pangan. Stok di Buleleng saat ini dinilai masih sangat minim dibanding target yang ditetapkan. (dok radarbadung.jawapos.com)
Proses penyaluran beras cadangan pangan. Stok di Buleleng saat ini dinilai masih sangat minim dibanding target yang ditetapkan. (dok radarbadung.jawapos.com)

Advertisement

Radarbadung.jawapos.com– Kondisi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) di Kabupaten Buleleng kini memprihatinkan.

Hingga saat ini, stok beras yang tersedia hanya tercatat sebanyak 11,2 ton.

Jumlah tersebut masih sangat jauh dari target ideal yang ditetapkan dalam peraturan daerah, yakni harus mencapai 50 ton per tahun.

Advertisement

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Buleleng, Gede Melandrat, membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan, pemenuhan target ini sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
 
”Sesuai peraturan daerah, targetnya memang 50 ton per tahun. Namun realisasinya harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang ada,” ujar Melandrat, Minggu (12/4).
 
Menipisnya stok ini tak lepas dari dampak penanganan bencana alam yang terjadi sebelumnya.

Pada Februari 2026 lalu, stok sempat berada di angka 29,3 ton.

Advertisement

Namun, sebanyak 18,14 ton harus disalurkan untuk membantu warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Banjar, sehingga sisa stok kini tinggal sedikit.
 
Untuk memperkuat cadangan, Pemkab Buleleng sebenarnya telah merencanakan pengadaan tambahan sebanyak 7 ton pada tahun anggaran 2026.

Meski anggaran sudah siap, proses pembelian baru bisa dieksekusi pada semester kedua atau pertengahan tahun ini.
 
Selain soal anggaran, kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas penyimpanan.

Kapasitas gudang yang tidak memadai membuat pemerintah daerah sulit menyimpan beras dalam jumlah besar secara mandiri.
 
Solusinya, Pemkab menjalin kerja sama pengelolaan dengan Perumda Swatantra.

Skema ini dinilai lebih efektif dibandingkan menyimpan di Bulog yang memiliki batasan masa simpan.
 
”Kapasitas penyimpanan kami terbatas, jadi kami bekerja sama dengan Perumda Swatantra. Prinsipnya, beras tersebut dikelola agar kualitasnya tetap terjaga, namun harus tersedia sewaktu-waktu jika dibutuhkan untuk penanganan darurat,” pungkasnya.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung

Artikel Terkait

Perundungan Tak Lagi Sebatas Fisik, Disdikpora Buleleng Luncurkan Sistem Deteksi Dini

Perundungan Tak Lagi Sebatas Fisik, Disdikpora Buleleng Luncurkan Sistem Deteksi Dini

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng mendorong seluruh satuan pendidikan untuk mengubah pola penanganan perundungan dari yang bersifat reaktif menjadi deteksi dini. Langkah ini menyusul

Sering Mengamuk dan Cekik Kakak Kandung, Oknum ASN ODGJ Diamankan

Sering Mengamuk dan Cekik Kakak Kandung, Oknum ASN ODGJ Diamankan

Seorang oknum ASN berinisial KS (38) diamankan Tim Lagas Satpol PP Buleleng, Jumat (11/9). Pria warga Kecamatan Sukasada itu terindikasi Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) dan kerap mengamuk, hingga sempat mencekik kakak

Terdeteksi Judol dan Pinjol, 32 Keluarga di Buleleng Dicabut Bansos

Terdeteksi Judol dan Pinjol, 32 Keluarga di Buleleng Dicabut Bansos

Sebanyak 32 keluarga di Kabupaten Buleleng tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) setelah terdeteksi terkait aktivitas judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol). Pencabutan ini diketahui melalui

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer