
Radarbadung.jawapos.com— Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk kembali mengular, Rabu (28/10).
Sejak Selasa (27/10) malam, deretan kendaraan di Jalan Denpasar–Gilimanuk sudah memanjang hingga sekitar dua kilometer.
Kepadatan semakin parah pada Rabu pagi setelah air laut surut drastis, membuat sejumlah kapal feri kesulitan merapat ke dermaga Landing Craft Machine (LCM).
Antrean bahkan meluber hingga kawasan permukiman warga. Gang 1 Gilimanuk ikut dipadati kendaraan, mulai dari mobil pribadi, bus, hingga truk kecil dan sedang. Pada Rabu pagi, antrean dilaporkan telah mencapai kawasan SPBU Gilimanuk.
Surutnya air laut membuat proses sandar kapal di Dermaga Plengsengan LCM terganggu sejak sekitar pukul 04.00 WITA.
Kapal-kapal yang mengangkut kendaraan harus menunggu karena permukaan air terlalu rendah, sehingga pintu rampa kapal tidak bisa diturunkan dengan sempurna ke landasan dermaga.
Akibatnya, proses bongkar muat kendaraan sempat terhenti, yang turut memperlambat arus penyeberangan dari Gilimanuk menuju Ketapang, Jawa Timur.
Petugas Syahbandar Gilimanuk, Moses Da Silva, membenarkan gangguan operasional tersebut.
Ketinggian air saat surut terendah dilaporkan hanya sekitar 0,2 meter.
"Karena air surut, kegiatan bongkar muat di dermaga plengsengan sempat terganggu," ujarnya.



