Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Desa Bugbug Kembali Memanas, Dipicu Penolakan Kelompok Krama Saat Penetapan Kelian Desa

Zulfika Rahman • Rabu, 24 September 2025 | 22:05 WIB

 

Kapolres Karangasem AKBP Joseph Edward Purba saat meminta kedua kelompok krama desa adat Bugbug yang berseteru untuk membubarkan diri.
Kapolres Karangasem AKBP Joseph Edward Purba saat meminta kedua kelompok krama desa adat Bugbug yang berseteru untuk membubarkan diri.

 

Radarbadung.jawapos.com- Konflik di Desa Adat Bugbug tak kunjung usai. Dua kelompok dari dua tokoh penting di desa itu masih terus berseteru. 

Minggu lalu (21/9/2025), ratusan personel kepolisian Polres Karangasem dan juga Brimod Polda Bali dilibatkan dalam pengamanan.

Konflik dua kelompok krama pecah saat akan digelar paruman agung yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Bugbug.

Dalam paruman tersebut rencananya akan menetapkan I Nyoman Purwa Ngurah Arsana sebagai kelihan desa adat Bugbug periode 2025-2030. 

Informasi yang didapat dari pihak kepolisian, kondisi desa adat Bugbug memanas saat tahap persiapan paruman agung akan berlangsung.

Sekelompok warga yang dipimpin Bandesa Adat Bugbug, I Nyoman Jelantik bersama sekitar 600 krama mendatangi Wantilan dengan tujuan membubarkan kegiatan.

Atmosfer semakin panas ketika tokoh kelompok warga, I Gede Putra Arnawa, melakukan orasi penolakan yang memicu massa untuk mendorong dan merangsek masuk ke areal Wantilan.

Aksi ini dihalangi oleh Pecalang Desa Adat Bugbug, menimbulkan gesekan fisik berupa saling dorong antar kedua kelompok.

Mengetahui adanya potensi penolakan dari sekelompok warga, ratusan personel polisi pun langsung berusaha meredam.

Hanya saja, situasi masih memanas dan belum juga mereda. Kapolres Karangasem AKBP Joseph Edward Purba sempat memberikan peringatan. Namun situasi belum juga mereda.

”Kami imbau agar tidak melakukan tindakan anarkis. Kami minta untuk melakukan mediasi antar dua kelompok,” kata AKBP Joseph Edward Purba.

Ketika imbauan tersebut tak mampu meredam, personel kepolisian dengan cepat mengambil langkah taktis dengan melakukan penyekatan di areal Wantilan.

”Akhirnya kami ajak berbicara baik-baik dengan prajuru desa adat Bugbug. Dan memutuskan untuk menghentikan paruman,” bebernya.

Selanjutnya, dua kelompok yang berseteru pun diminta membubarkan diri. Untuk mencegah konflik susulan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi sambil mengimbau semua pihak untuk mengedepankan dialog dan jalur hukum untuk menyelesaikan konflik.***

Editor : Donny Tabelak
#Paruman agung #Desa Bugbug #Kelian Desa #polres karangasem #karangasem #polda bali