Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Jukung Dihantam Ombak Tinggi hingga Terbalik, 5 Nelayan Berhasil Selamat

Andre Sulla • Kamis, 18 Desember 2025 | 00:23 WIB
Lima nelayan selamat dari maut. Jukung yang mereka terbalik dihantam ombak tinggi di Perairan Nusa Dua.
Lima nelayan selamat dari maut. Jukung yang mereka terbalik dihantam ombak tinggi di Perairan Nusa Dua.
Radarbadung.jawapos.com– Sebuah jukung terbalik dihantam ombak tinggi. Kejadiannya berlangsung di Perairan Nusa Dua, Senin 15 Desember 2025 lalu, sekitar pukul 18.00 WITA.
 
Lima orang nelayan terombang-ambing di tengah laut, di saat hujan deras dan angin kencang melanda wilayah perairan Bali Selatan.
 
Informasi kecelakaan laut tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar 30 menit setelah kejadian.
 
Laporan awal disampaikan oleh seorang warga bernama Mudita yang meminta bantuan evakuasi segera.
 
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel menuju Pelabuhan Benoa untuk menggerakkan Rigid Inflatable Boat (RIB),” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.
 
Ia mengakui, operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung dalam kondisi yang sangat berisiko. 
 
Baca Juga: Anjing Mengamuk, 12 Warga Desa Sulahan Digigit hingga Ada yang Patah Tulang
 
Cuaca ekstrem ditandai hujan deras, angin kencang, serta gelombang laut tinggi menyulitkan pergerakan tim SAR di malam hari. Evakuasi malam di tengah laut ini penuh tantangan dan bahaya.
 
"Namun demi peluang keselamatan korban, operasi tetap kami lakukan dengan mengutamakan keselamatan personel,” tegas Sidakarya.
 
Pemantauan ketat terhadap pergerakan RIB terus dilakukan untuk meminimalisir risiko di lapangan. Upaya tersebut membuahkan hasil.
 
Jukung dengan dua orang penumpang berhasil ditolong oleh nelayan setempat dan sandar di Pantai Samuh, Nusa Dua, dalam kondisi selamat, sekitar pukul 19.30 WITA.
 
Tim SAR gabungan kembali menemukan tiga korban lainnya dalam keadaan selamat, sekitar pukul 20.15 WITA.
 
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Dermaga Pasir, Pelabuhan Benoa. RIB terakhir kembali sandar pada pukul 21.15 WITA.
 
Baca Juga: Jatuh dari Kapal, ABK KM Permata 32 Ditemukan Tewas di Pelabuhan Benoa
 
"Kelima korban diketahui bernama I Wayan Rawan Atmaja, 65. I Made Sudarna, 43. Saiful, 35. Mangku Desel, 50. Dan Agung Adi alias Jelih, 28," bebernya.
 
Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polda Bali, TNI AL, nelayan setempat, serta keluarga korban.
 
Di akhir keterangannya, Sidakarya kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrim.
 
Pemerintah melalui BMKG telah mengeluarkan peringatan terkait keberadaan bibit siklon 93S yang berdampak pada buruknya cuaca di wilayah Bali dan perairan sekitarnya.
 
Ditambahkan, pihaknya telah berulang kali mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari aktivitas di laut dan alam terbuka.
 
"Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Januari, meski sesekali berpotensi mereda,” tambahnya.
 
Ia juga menekankan pentingnya keselamatan saat melaut, mulai dari memastikan kondisi perahu laik jalan, membawa alat keselamatan.
 
"Juga jangan lupa selalu memantau informasi resmi BMKG sebelum bepergian," tutupnya.***
Editor : Donny Tabelak
#jukung dihantam ombak #hujan deras #pelabuhan benoa #Nusa Dua #nelayan