Radarbadung.jawapos.com- Dua bus terlibat kecelakaan adu banteng di jalur tengkorak Jalan Denpasar - Gilimanuk.
Kejadiannya tepat di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Senin (9/2) malam.
Beruntung tidak ada korban jiwa dari tabrakan mengerikan itu. Dua orang mengalami luka-luka dan kedua bus ringsek.
Kecelakaan melibatkan dua bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), terjadi Senin malam, yakni bus M Trans bernopol N 7210 UJ yang dikemudikan Risky Setiawan, 28, dan DeBe Trans bernopol BA 7032 PU dikemudikan Kamto Susilo, 34.
”Kecelakaan melibatkan dua bus yang datang dari arah Gilimanuk dan dari arah Denpasar,” ujar Kapolsek Pekutatan Kompol I Putu Suarmadi.
Dijelaskan, kecelakaan yang terjadi pada saat hujan deras tersebut bermula dari bus N 7210 UJ datang dari arah timur atau Denpasar menuju Gilimanuk, melaju di jalurnya dengan kecepatan sedang.
”Kondisi jalan di lokasi adalah tikungan landai. Namun, cuaca sedang hujan lebat sehingga pandangan terbatas,”jelasnya.
Namun tiba-tiba datang bus dari arah berlawan BA 7032 PU degan kecepatan tinggi.
Bus yang datang dari arah Gilimanuk tesebut mengambil haluan terlalu ke kanan saat menikung sehingga tabrakan tak terhindarkan.
”Bbus dari barat terlalu mengambil haluan ke kanan saat menikung sehingga terjadi tabrakan,” terangnya.
Saat kecelakaan tersebut kedua Bus ringsek. Penumpang bus N 7210 UJ sebanyak 12 orang dan 3 oroang kru.
Sedangkan bus BA 7032 PU membawa 24 orang dan 2 orang kru.
Akibat kecelakaan sopir bus N 7210 UJ mengalami luka di bagian kepala dan punggung.
Satu orang penumpangnya Peni Astriawati, 62, mengalami patah tulang pada tangan kiri dan keduanya dirujuk ke RSU Negara.
Sedangkan penumpang bus BA 7032 PU, Aris Sugara, 46, mengalami luka pada dagu namun sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan medis.
”Pengemudi Bus DeBe Trans dalam keadaan sehat tanpa luka,” imbuhnya.
Karena kecelakan tersebut bus BA 7032 PU posisinya melintang menutup badan jalan.
Sehingga mengakibatkan kemacetan panjang di jalur nasional.
Petugas kepolisian kemudian melakukan pengaturan lalu lintas dan mengamankan barang bawaan penumpang.
Kasatlantas Polres Jembrana Iptu Aldri Setiawan menjelaskan, kecelakaan antara dua bus membuat lalu lintas terhambat.
”Penumpang sudah dilakukan evakuasi sementara nihil adanya korban jiwa,”
tegasnya.
Arus kendaraan dilakukan buka tutup karena kendaraan yang terlibat kecelakaan masih berada dibadan jalan.
Di tengah guyuran hujan, personil masih melaksanakan pengaturan menunggu kendaraan derek yang sedang mengarah lokasi kejadian.
Arus lalu lintas baru kembali normal sekitar pukul 23.30 Wita setelah kedua kendaraan berhasil dievakuasi ke tempat yang aman.***
Editor : Donny Tabelak