Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Cari Bambu di Jurang, Pekerja Tewas Tertimbun Longsor di Bangli

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Minggu, 15 Februari 2026 | 09:11 WIB
Penemuan korban longsor beserta kendaraannya di Bangli, Bali.
Penemuan korban longsor beserta kendaraannya di Bangli, Bali.

Radarbadung.jawapos.com- Seorang pekerja bernama I Wayan Buda, 53, warga Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, ditemukan tewas tertimbun tanah longsor.

Korban tewas tertimbun longsor saat mengikat bambu yang dibelinya di bawah tebing Tukad Suter Kayuan Kuyang, Banjar Suter, Desa Suter, Sabtu (14/2) sekitar pukul 17.00.

Peristiwa itu bermula ketika Buda membeli bambu milik warga yang tumbuh di lereng tebing Tukad Suter Kayuan Kuyang.

Hampir 3 minggu lamanya Buda dan sejumlah tenaga gotong royong bekerja di lokasi untuk mengambil bambu yang telah dibeli.

Untuk memudahkan beristirahat, bangunan darurat pun didirikan di sekitar lokasi.

Nahas, pada Jumat (13/2) sekira pukul 15.30 telah terjadi tebing longsor setinggi 90 meter di wilayah Banjar Dinas Suter, Desa Suter.

Tebing longsor dari sebelah barat itu menimbun Buda yang pada saat kejadian tengah mengikat bambu di dasar tebing.

Sementara pekerja lainnya pada saat kejadian tengah menggotong bambu yang telah diikat untuk dinaikkan ke truk. Di mana jaraknya dari TKP sekitar 500 meter.

Melihat kejadian itu, I Nengah Ratna Antara dan Komang Perkanti yang merupakan tenaga angkut bambu milik korban berupaya mencari keberadaan korban yang tertimbun material longsor.

Hanya saja upaya itu tidak membuahkan hasil sehingga akhirnya melapor ke Polsek Kintamani.

”Mengingat situasi medan yang curam dan diapit tebing yang mana konstruksi tanah sangat labil dan situasi hujan, pencarian korban yang tertimbun material longsor tidak memungkinkan secara manual sehingga pencarian terhadap korban dihentikan dan dilanjutkan Sabtu (14/2),” terang Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya.

Kasi Kedaruratan BPBD Bangli, Agus Sutapa menjelaskan, pencarian korban pada Sabtu (14/2) dimulai pukul 09.00 yang diawali dengan prosesi niskala terlebih dahulu di lokasi kejadian.

Pencarian dilakukan dengan alat manual sambil menunggu kedatangan alat berat jenis ekskavator milik Dinas PUPRPKP Bangli.

”Pencarian juga dibantu dengan menerjunkan 2 ekor anjing (K-9) milik Polda Bali. Namun upaya pencarian sampai tengah hari belum membuahkan hasil,” ungkapnya.

Sekitar pukul 13.30, alat berat akhirnya tiba di lokasi setelah upaya manuver menuju lokasi yang tidak mudah.

Lantaran akses jalan yang sempit dan terjal sehingga membutuhkan buka akses jalan terlebih dahulu.

”Sekitar pukul 17.00, korban dapat ditemukan dengan posisi tertimbun di sekitar pondok darurat yang dibangun atau sekitar 10 meter ke timur dari posisi korban memilah bambu. Tidak jauh dari posisi korban juga diketemukan sepeda motor bebek milik korban,” katanya.

Saat ditemukan, korban dinyatakan meninggal dunia dengan posisi tengkurap tertimbun material longsoran setinggi 4 meter dari dasar sungai.

Selanjutnya setelah dilakukan identifikasi oleh tim dan atas persetujuan pihak keluarga, jasad korban dibawa ke rumah duka.

”Rencana proses pemulasaran akan dilakukan setelah kedua anak korban tiba dari luar negeri,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Polres Bangli #bangli #tebing #bambu #tertimbun longsor