Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Waspada Terorisme dan Kekerasan pada Anak, Polisi dan Densus 88 Edukasi Warga Sanur

I Wayan Widyantara • Selasa, 17 Februari 2026 | 17:00 WIB

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sanur bersama personel Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri memberikan sosialisasi pencegahan radikal terorisme dan kekerasan pada anak kepada jemaah di Sanur.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Sanur bersama personel Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri memberikan sosialisasi pencegahan radikal terorisme dan kekerasan pada anak kepada jemaah di Sanur.


Radarbadung.jawapos.com– Upaya pencegahan penyebaran paham radikal terorisme dan kekerasan pada anak terus digencarkan aparat kepolisian.

Kali ini, Polsek Denpasar Selatan bekerja sama dengan Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Mabes Polri menggelar sosialisasi kepada masyarakat Kelurahan Sanur, Jumat lalu (13/2).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.30 WITA dipusatkan di Musholla Fastabiqul Khoirot, Jalan Danau Buyan Gang Cempaka No. 4, Lingkungan Gulingan, Kelurahan Sanur.

Sosialisasi digawangi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Sanur Aiptu I Nyoman Suwasama, dengan narasumber dari Unit Densus 88 AT Mabes Polri.

Sekitar 40 orang jemaah dan pengurus musholla mengikuti acara dengan penuh perhatian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Musholla Fastabiqul Khoirot Winarno, personel Densus 88 AT, serta tokoh masyarakat setempat.

Acara diawali dengan doa bersama, diikuti sambutan dari Ketua Musholla yang menyampaikan apresiasi atas perhatian kepolisian terhadap keamanan dan kesejahteraan lingkungan masyarakat.

Selanjutnya materi disampaikan oleh Aiptu Darto, S.H., dari Densus 88 AT Mabes Polri, sebelum kegiatan ditutup dengan doa bersama.

PENCEGAHAN PERLU PERAN SELURUH ELEMEN MASYARAKAT

Dalam pemaparannya, Aiptu Darto menegaskan bahwa pencegahan radikal terorisme tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa penyebaran paham radikal kerap menyasar kelompok rentan melalui pendekatan ideologis maupun platform media digital.

“Bentengi diri dan keluarga dengan pemahaman agama yang benar dan komprehensif, berpikir terbuka, serta jangan mudah terpengaruh ajakan yang mengarah pada intoleransi dan tindakan kekerasan,” ujarnya kepada para peserta.

Selain isu terorisme, materi sosialisasi juga fokus pada bahaya radikal kekerasan yang menyasar anak-anak.

Orang tua diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama dalam penggunaan perangkat elektronik dan akses konten daring termasuk permainan online.

“Pengawasan yang kurang ketat dapat membuka peluang masuknya konten kekerasan maupun propaganda yang tidak selaras dengan nilai Pancasila dan kebangsaan kita,” jelasnya.

Baca Juga: Vihara Dharmayana Kuta Dipadati Umat, Perayaan Imlek Kental Nuansa Bali

Para orang tua juga diminta untuk membatasi durasi penggunaan gawai, membangun komunikasi yang erat dengan anak-anak, serta memantau lingkungan pergaulan mereka baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.

Lingkungan keluarga disebut sebagai benteng utama dalam membentuk karakter anak yang toleran dan cinta damai.

SINERGI JADI KUNCI JAGA KEAMANAN

Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari pengaruh paham radikal yang merusak.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program preemtif dan preventif di tengah masyarakat. Pencegahan radikalisme dan kekerasan, khususnya yang menyasar generasi muda, harus dimulai dari lingkungan keluarga dan tempat ibadah dengan membangun pemahaman yang benar serta pengawasan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi erat antara kepolisian, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

Hal ini sangat penting terutama untuk wilayah Denpasar Selatan yang merupakan kawasan dengan keragaman masyarakat dan salah satu destinasi wisata utama di Bali.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyimpangan paham yang mengarah pada kekerasan dan terorisme, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan antarumat serta membangun masa depan generasi muda yang lebih baik.***

Editor : Donny Tabelak
#terorisme #paham radikalisme #sekolah #kekerasan anak #Polsek Denpasar Selatan