Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Kadistan Bali Sidak 4 Pasar Jelang Hari Raya, Semua Pangan Aman

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 7 Maret 2026 | 14:13 WIB

Distanpangan Provinsi Bali, melakukan pengawasan keamanan pangan di empat pasar tradisional menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi 2026.
Distanpangan Provinsi Bali, melakukan pengawasan keamanan pangan di empat pasar tradisional menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi 2026.

Radarbadung.jawapos.com– Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, melakukan pengawasan keamanan pangan di empat pasar tradisional menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi 2026.

Kegiatan sidak yang berlangsung pada Rabu (4/3) hingga Kamis (5/3) lalu meliputi uji cepat terhadap komoditas hortikultura dan produk asal hewan untuk memastikan tidak ada cemaran zat berbahaya.

Pada hari pertama, tim petugas mengunjungi Pasar Kidul Kabupaten Bangli dan Pasar Umum Gianyar.

Berbagai jenis sayuran seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, sawi hijau, dan brokoli diuji untuk mendeteksi residu pestisida.

Sementara itu, produk dari sumber hewani seperti daging ayam dan ikan pindang diperiksa kandungan formalin.

Hasil uji menunjukkan seluruh sampel di Pasar Kidul dinyatakan negatif dan aman untuk dikonsumsi.

Kondisi serupa juga ditemukan di Pasar Umum Gianyar, di mana komoditas hortikultura serta produk perikanan seperti ikan lemuru, kembung, dan udang tidak mengandung zat berbahaya.

Pada hari kedua, pengawasan dilanjutkan ke Pasar Kreneng di Kota Denpasar dan Pasar Mengwi di Kabupaten Badung.

Di Pasar Kreneng, sampel daging ayam, ikan pindang, udang, dan ikan lemuru terbukti bebas formalin.

Sementaranya di Pasar Mengwi, ikan tuna dan udang yang diambil sebagai sampel juga dinyatakan bersih dari bahan pengawet berbahaya.

Kepala Distanpangan Provinsi Bali I Wayan Sunada mengatakan, sidak tersebut merupakan langkah preventif mengingat kebutuhan pangan masyarakat akan meningkat jelang hari raya.

"Kami ingin memastikan pangan segar yang beredar di pasar tradisional dalam kondisi aman, sehat, dan layak konsumsi," ujarnya.

Menurut Sunada, hasil uji yang semuanya negatif menjadi bukti peningkatan kesadaran petani dan pelaku usaha terkait keamanan pangan.

Meskipun demikian, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan berkala sebagai komitmen Pemprov Bali menjaga mutu pangan.

Ia juga mengimbau petani untuk menerapkan budidaya ramah lingkungan dan pedagang menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya yang dapat merugikan kesehatan konsumen.***

Editor : Donny Tabelak
#bali #pasar tradisional #Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan #hari raya #idul fitri #sidak pangan