Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Heboh, Wakil Bupati Aceh Tengah Disebut Merendahkan Media Lokal Disaat Bencana

Rizki Maulizar • Rabu, 3 Desember 2025 | 22:55 WIB
Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan diduga merendahkan Media Lokal.
Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan diduga merendahkan Media Lokal.

Radarbadung.jawapos.com- Wakil Bupati Aceh Tengah, Muksin Hasan, menuai kontroversi setelah ia diduga melontarkan pernyataan yang dianggap merendahkan keberadaan media lokal di tengah situasi daerah yang sedang mengalami bencana alam.

 
Di saat banyak media lokal bekerja ekstra untuk membantu pemerintah daerah menyebarkan informasi penting kepada masyarakat luas, Wakil Bupati justru disebut mengeluarkan komentar yang tidak menyenangkan terkait peran media.
 
Peristiwa itu terjadi pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB di depan Posko Bencana Utama.
 
Ucapan tersebut disampaikan kepada salah satu stafnya, namun terdengar jelas oleh seorang wartawan yang kebetulan berada di lokasi.
 
Baca Juga: Sempat Terlihat Cemas, Ibu Pembuang Orok ke Kloset Divonis 6 Tahun Bui
 
Menurut sumber wartawan tersebut, Muksin Hasan mengatakan," Media yang pemberitaannya tidak sampai ke Toeweren saja tidak usah dilayani. Fokus ke wartawan TV nasional saja,” ucap mukhsin.
 
Pernyataan itu langsung menyebar di kalangan jurnalis Aceh Tengah dan menjadi topik hangat yang memicu kekecewaan mendalam.
 
Banyak wartawan lokal merasa direndahkan dan tidak dihargai, terutama saat mereka sedang berusaha keras menghadirkan informasi dari wilayah yang akses komunikasinya sangat terbatas.
 
Seorang wartawan yang memilih tidak disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya atas sikap tersebut.
 
"Dengan segala keterbatasan yang ada, kami sudah melakukan yang terbaik untuk membantu pemerintah menyebarkan informasi kepada masyarakat, baik di daerah maupun di tingkat provinsi dan nasional. Kendala jangkauan berita lebih disebabkan jaringan yang tidak normal, bukan karena kurangnya kerja kami,” ujarnya.
 
Baca Juga: Meresahkan Wisatawan dan Warga Kuta, Tujuh Pelaku Kejahatan Berhasil Ditangkap
 
Ia melanjutkan, ucapan tersebut dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap seluruh insan media lokal yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi.
 
“Dalam kondisi darurat seperti sekarang, seharusnya pemerintah dan media saling mendukung. Namun mendengar kalimat seperti itu dari seorang wakil bupati sungguh mengecewakan. Kami tetap akan terus bekerja untuk masyarakat, tapi setelah situasi membaik, kami akan mendesak Muksin Hasan memberikan permintaan maaf secara terbuka melalui konferensi pers,” tegasnya.
 
Hingga berita ini diturunkan, pihak Wakil Bupati Aceh Tengah belum memberikan klarifikasi resmi atas pernyataan yang menjadi polemik tersebut.***
Editor : Donny Tabelak
#aceh tengah #bencana Sumatera #aceh #tv nasional