Lagi, Mahasiswa Bunuh Diri di Jembatan Tukad Bangkung
Andre Sulla• Sabtu, 3 Januari 2026 | 08:34 WIB
Polisi menemukan jenazah Made Kusuma Ardana, 21, di jurang tepatnya Jembatan Tukad Bangkung, Jumat (2/1/2026) kemarin.
Radarbadung.jawapos.com– Peristiwa tragis menggegerkan publik di awal tahun yang baru.
Seorang mahasiswa bernama Made Kusuma Ardana, 21, warga Panjer, Denpasar Selatan, diduga mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan Tukad Bangkung, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.
Kejadian ini diketahui setelah warga menemukan sebuah sepeda motor Yamaha Lexy biru DK 2115 AEX terparkir di atas jembatan dengan kondisi mencurigakan, Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 06.30 WITA.
"Warga awalnya curigai karena kunci masih nyantol, sementara tas dan helm tertinggal di atas motor," beber Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya, S.H., M.H., Junat (2/01/2025).
Temuan tersebut geger, setelah mendapat laporan tersebut, Tim UKL Polsek Petang bersama Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi kejadian (TKP) untuk melakukan pengecekan.
Dari hasil penelusuran identitas kendaraan, diketahui motor tersebut milik Made Kusuma Ardana, kelahiran Buleleng, 26 Oktober 2004.
Petugas kemudian memperoleh informasi bahwa korban sempat mengirim pesan terakhir kepada orang tuanya sekitar pukul 03.00 Wita, lengkap dengan lokasi keberadaannya.
Berdasarkan informasi tersebut, polisi bersama warga melakukan pencarian awal ke area bawah jembatan.
Saksi mata, I Made Derik Yasnawan, yang saat itu berjaga di kediaman Wakil Gubernur Bali, menuturkan bahwa sekitar pukul 06.00 Wita ia didatangi seorang warga yang hendak ke Denpasar dan melaporkan adanya motor terparkir mencurigakan di atas Jembatan Tukad Bangkung.
Saksi kemudian mengecek langsung ke lokasi dan menghubungi Polsek Petang.
Pencarian intensif dilakukan sejak pukul 07.20 WITA. Jenazah akhirnya ditemukan di bawah jembatan sisi selatan dalam kondisi meninggal dunia (MD) sekitar pukul 07.51 WITA.
Dilaksanakan apel kesiapan evakuasi yang dipimpin Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya, S.H., M.H., bersama Camat Petang dan Danramil 1611-06 Petang, sekitar pukul 09.45 WITA.
Proses evakuasi melibatkan personel Polsek Petang, Tim Identifikasi Polres Badung, Tim SAR Brimob Batalyon B Mengwi, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas II Petang.
"Jenazah korban berhasil dievakuasi ke atas jembatan sekitar pukul 10.15 WITA, lalu dibawa menggunakan ambulans PMI Badung ke RS Mangusada Kapal untuk dilakukan autopsi," tambahnya.
Hasil olah TKP dan pemeriksaan awal Tim Identifikasi Polres Badung bersama tenaga medis menyebutkan, korban mengalami sejumlah luka akibat benturan keras, di antaranya lecet pada badan, luka gores di tangan kanan, serta benturan di bagian belakang kepala.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Ketinggian jembatan ke dasar diperkirakan mencapai sekitar 60 meter.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor, ponsel, dompet berisi uang tunai Rp 235 ribu. Ada pesan WhatsApp diketahui sangat sedih.
"Ya, berisi permintaan maaf korban kepada orang tuanya," ungkap Kapolsek. Selain itu, sepasang sandal ditemukan di bagian atas pagar jembatan. Hingga kini, motif pasti masih didalami.
Namun berdasarkan pesan terakhir korban, kuat dugaan peristiwa ini berkaitan dengan permasalahan keluarga.
Penyidik Polsek Petang akan memeriksa keluarga dan para saksi guna mengungkap latar belakang kejadian tersebut.
Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitarnya serta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda mencurigakan guna mencegah kejadian serupa terulang. "Diduga kuat masalah keluarga," tutup Kapolsek.***