Radarbadung.jawapos.com- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tabanan kembali ditemukan tidak sesuai standar.
Terungkap saat Komisi IV DPRD Tabanan yang melakukan sidak di SDN 2 dan 3 Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Rabu (4/3).
Dewan Tabanan menemukan paket makanan siswa tidak menyertakan susu yang seharusnya menjadi bagian penting untuk gizi sempurna.
Sebelumnya, sidak di dua sekolah lain yakni SDN 1 Dajan Peken dan SDN 6 Delod Peken juga menemukan perbedaan komposisi makanan antar sekolah.
Kali ini, pihak penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyatakan kesulitan mendapatkan stok susu karena kendala pada distributor kerja sama.
Baca Juga: Gas Melon Kembali Langka di Bali, Distribusi Salah Sasaran dan Oplosan Merajalela
Namun alasan tersebut tidak diterima Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana.
Menurutnya, hilangnya susu akan menciptakan ketimpangan standar gizi di berbagai sekolah.
"Tidak hanya harus bergizi, menu MBG juga harus sehat dan bersih. Susu wajib ada kalau kita bicara tentang empat sehat lima sempurna. Kalau sekolah lain bisa mendapatkan, kenapa di sini tidak bisa?" tegasnya setelah meninjau langsung dapur SPPG di Desa Jegu.
Wastana mengingatkan seluruh pihak pengelola SPPG harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kualitas menu harian siswa, agar tidak terjadi insiden keracunan seperti yang pernah dilaporkan di daerah lain.
Ia juga menyarankan agar SPPG mencari distributor cadangan untuk menjamin ketersediaan susu.
Senada dengan itu, Anggota Komisi IV Ni Made Trisnawati menambahkan, jika pasokan susu benar-benar terhambat secara teknis, perlu dipersiapkan menu alternatif dengan kandungan protein yang setara.
"Setidaknya bisa menggantinya dengan kacang hijau atau susu kedelai agar kebutuhan protein para siswa tetap terpenuhi," ungkap Trisnawati.
Komisi IV berencana segera menggelar rapat kerja dengan seluruh 31 SPPG yang ada di Tabanan.
Rapat akan membahas penerapan SOP penyediaan dan penyaluran paket makanan, termasuk pemeriksaan kesehatan pegawai SPPG untuk memastikan mereka tidak menderita penyakit menular seperti Hepatitis.
"Kualitas MBG sangat bergantung pada kondisi dapur dan petugas yang mengelolanya. Kondisi kesehatan mereka juga harus menjadi perhatian utama," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak