Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Terungkap! GWK Jatuh ke Tangan Investor, Nyoman Nuarta Ngaku Sempat Minta Gubernur Pastika Akuisisi tapi Ditolak DPRD Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 3 Oktober 2025 - 00:52 WIB
Pembongkaran tembok beton GWK yang menutup akses warga di Ungasan, Badung, Bali.
Pembongkaran tembok beton GWK yang menutup akses warga di Ungasan, Badung, Bali.
Radarbadung.jawapos.comPolemik pemagaran tembok beton yang dilakukan GWK terdengar sampai ke pendiri GWK,  I Nyoman Nuarta.
 
Nyoman Nuarta merupakan pendiri Yayasan Mandala Garuda Wisnu Kencana. Sejak tujuh tahun lalu Nuarta menyebut GWK bukan miliknya lagi.
 
Sempat dikonfirmasi mengenai permasalahan penutupan akses jalan, Nuarta mengaku tak berhak berkomentar. Sebab, GWK bukan miliknya. Sudah tujuh tahun lalu. 
 
GWK menonjolkan wisata budaya yang memiliki luas 60,7 hektare. Sebelumnya, Nuarta sempat berdiskusi dengan Mangku Pastika yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Bali.
 
Nuarta meminta untuk pemprov Bali mengakuisisi saham Nuarta 100 persen di GWK.
 
Baca Juga: Beh, Ternyata Banyak Wisatawan Asing di Karangasem yang Tinggal di Kos- kosan
 
Tujuannya supaya GWK menjadi milik rakyat Bali. Sayangnya, DPRD Bali saat itu tidak setuju.
 
"Apa boleh dikata, DPRD tidak setuju. Padahal kata Bapak Gubernur, Pemda Bali sanggup menyelesaikan asal bisa dikerjakan dengan cara bertahap selama 3 tahun," ungkap Nuarta saat dihubungi Rabu kemarin (1/10).
 
Menurut cerita Nuarta, Pastika bersedia membeli GWK dengan dana penghematan dari program-program yang kurang bermanfaat.
 
Dana yang dibutuhkan saat itu nilainya Rp 1,3 triliun. Nominal itu hasil appraisal dari London, tapi DPRD Bali menolak.
 
Tidak berhenti sampai di sana, Nuarta sempat menghadap ke istana menghibahkan saham miliknya sebesar 82 persen ke negara, supaya jadi milik Bangsa Indonesia tapi juga tidak direspons positif.
 
Baca Juga: Udang Beku Terkontaminasi Radiasi, Cikande Ditetapkan Sebagai Zona Bahaya
 
"GWK pada saat itu tidak memiliki hutang bank. Tapi tidak ada respon positif dari pemerintah. Mungkin terkendala administrasi yang berbelit," ungkapnya.
 
Pria jebolan jurusan seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), ini menilai niat baiknya tidak mudah diterima di negeri ini.
 
" Kalau ada yang meragukan kecintaannya dengan negeri ini. Sekarang saya bertanya orang-orang yang bicaranya hebat itu sudah berbuat apa terhadap negeri ini? Khusus untuk Bali saja, tidak usah Indonesia," tanyanya menohok. 
 
Melihat kembali ke belakang, ide untuk pembangunan patung GWK tercetus dari I Nyoman Nuarta sejak tahun 1989.
 
Dimana ide ini disetujui oleh Presiden Soeharto pada tahun 1990, dan Pembangunan berjalan hingga peletakan batu pertama 7 tahun kemudian pada 8 Juni 1997. 
 
Baca Juga: Petugas PDAM di Karangasem Curang, Catat Meteran Asal- asalan hingga Tagihan Membengkak
 
Mega proyek Garuda Wisnu Kencana juga turut dirembukkan oleh Gubernur Bali pada masa itu Ida  Bagus Oka, dan mendapatkan dukungan dari Menteri Pertambangan dan Energi era Orde Baru, Ida Bagus Sudjana.
 
Presiden Soeharto pada saat itu menugaskan Menteri Pariwisata, Pos dan 
Telekomunikasi Joop Ave untuk bertugas mencari anggaran pembiayaan untuk mega proyek  tersebut.
 
Dampak dari Krisis moneter 1997-1998, proyek Pembangunan patung GWK  sempat dihentikan.
 
Pada tahun 2006 Presiden Susilo Bambang Yudhono memberikan harapan dan dorongan di hadapan Gubernur Bali saat itu Dewa Made Beratha agar proyek besar GWK dapat diselesaikan pada tahun 2008.
 
Baca Juga: Pelaku Keprok Kaca Mobil Kembali Beraksi, Tas Berisi Dokumen Penting dan Handphone Raib
 
Akan tetapi hal ini belum bisa berjalan karena masalah pembiayaan.
Sejak tahun 1997 hingga tahun 2012 GWK mengalami masalah keuangan, sehingga akhirnya pada tahun 2012 pendiri PT. Alam Sutera Realty Tbk menjadi Investor dan mengambil alih pengelolaan GWK sampai saat ini.
 
Setelah PT. Garuda Adhimatra Indonesia berada di bawah kepemimpinan PT. Alam Sutera Realty Tbk, dalam kurun waktu 5 tahun, Patung Garuda Wisnu Kencana terbangun pada tanggal 22 September 2018 GWK.
 
Dan diresmikan oleh Presiden Jokowi dengan melakukan pemasangan mahkota Dewa Wisnu serta upacara Melaspas. Pengerjaan Pembangunan GWK kurang lebih 28 tahun.***
Editor : Donny Tabelak
#dprd bali #garuda wisnu kencana #pemagaran beton #mangku pastika #gwk