Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terdeteksi Judol dan Pinjol, 32 Keluarga di Buleleng Dicabut Bansos

F
Penulis: Francelino Junior❯
Ilustrasi, warga yang terjerumus pinjol ilegal.  (Ai)
Ilustrasi, warga Buleleng yang terjerumus pinjol dan judol tak mendapat bantuan  sosial.(Ai)

Advertisement

Dinsos: Harus Klarifikasi & Tutup Rekening, Kemen Sos yang Tentukan Kembali

Radarbadung.jawapos.com— Sebanyak 32 keluarga di Kabupaten Buleleng tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) setelah terdeteksi terkait aktivitas judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol). 

Pencabutan ini diketahui melalui pengecekan data penerima bantuan dalam aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). 

Advertisement

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menjelaskan bahwa temuan tersebut menunjukkan adanya keterkaitan dalam satu keluarga, namun pihaknya belum dapat memastikan secara pasti apakah uang bansos tersebut digunakan untuk aktivitas tersebut. 

"Kami belum sejauh itu," ujarnya saat ditemui, Rabu (9/9). 

Bagi penerima yang merasa tidak pernah melakukan aktivitas judol maupun pinjol, diminta melakukan klarifikasi dengan membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak yang diketahui oleh perbekel atau lurah, lalu diajukan ke Dinsos P3A Buleleng untuk diteruskan ke Kementerian Sosial.

Advertisement

"Kalau memang benar, rekening yang dipakai itu agar ditutup. Ada bukti penutupan. Itulah proses yang kami lakukan," tegas Kariaman.

Administrasi untuk 32 keluarga tersebut sudah ditindaklanjuti, namun pengajuan sanggahan belum otomatis membuat bantuan kembali disalurkan.

Verifikasi dan penentuan kelayakan penerima tetap menjadi wewenang Kementerian Sosial.

Apabila hasil verifikasi menyatakan masih masuk kriteria, bansos baru berpeluang dikembalikan pada periode berikutnya.

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung

Artikel Terkait

Perundungan Tak Lagi Sebatas Fisik, Disdikpora Buleleng Luncurkan Sistem Deteksi Dini

Perundungan Tak Lagi Sebatas Fisik, Disdikpora Buleleng Luncurkan Sistem Deteksi Dini

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng mendorong seluruh satuan pendidikan untuk mengubah pola penanganan perundungan dari yang bersifat reaktif menjadi deteksi dini. Langkah ini menyusul

Sering Mengamuk dan Cekik Kakak Kandung, Oknum ASN ODGJ Diamankan

Sering Mengamuk dan Cekik Kakak Kandung, Oknum ASN ODGJ Diamankan

Seorang oknum ASN berinisial KS (38) diamankan Tim Lagas Satpol PP Buleleng, Jumat (11/9). Pria warga Kecamatan Sukasada itu terindikasi Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) dan kerap mengamuk, hingga sempat mencekik kakak

Tekanan Efisiensi Anggaran, Buleleng Fokus Hanya Program Prioritas

Tekanan Efisiensi Anggaran, Buleleng Fokus Hanya Program Prioritas

Keterbatasan fiskal dan dorongan efisiensi anggaran memaksa Pemerintah Kabupaten Buleleng menyusun ulang skala prioritas pembangunan. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan, jika ruang efisiensi sudah habis

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer