Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Libur Cuti Bersama: Dorong Ekonomi Bali, tapi Hadapi Tantangan Kemacetan dan Harga

A
Penulis: Adrian Suwanto❯
Suasana Pantai Kuta yang dipadati wisatawan domestik saat momen libur cuti bersama dan libur sekolah berlangsung.(Foto Adrian Suwanto)
Suasana Pantai Kuta yang dipadati wisatawan domestik saat momen libur cuti bersama dan libur sekolah berlangsung.(Foto Adrian Suwanto)

Advertisement

Radarbadung.jawapos.com– Momen libur cuti bersama memberikan dampak ganda bagi sektor pariwisata Bali.

Di satu sisi, membawa dampak positif dengan mendongkrak tingkat hunian hotel, pendapatan rumah makan, hingga omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, Sabtu (30/5). 

Namun di sisi lain, lonjakan jumlah pengunjung juga memicu masalah yang kerap muncul, seperti kemacetan lalu lintas, peningkatan volume sampah, serta kenaikan harga barang dan jasa.

Advertisement

Kondisi ini dirasakan terutama di Kabupaten Badung yang tetap menjadi tujuan utama wisatawan, sebelum kemudian menyebar ke daerah lain.

Peningkatan kunjungan ini turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, jasa transportasi seperti persewaan kendaraan, hingga pedagang cenderamata di sejumlah objek wisata unggulan seperti Kuta, Ubud, dan Uluwatu.
 
Secara ekonomi, dampak positifnya terlihat dari meningkatnya penerimaan pajak hotel dan restoran yang turut menambah pendapatan asli daerah.

Selain itu, terbuka pula kesempatan kerja bersifat musiman bagi warga setempat, mulai dari pemandu wisata hingga penyedia akomodasi.
 
Namun, lonjakan kunjungan tersebut juga diiringi tantangan.

Advertisement

Kepadatan kendaraan terjadi di ruas-ruas jalan utama, seperti menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kawasan Kuta, hingga Canggu, yang membuat waktu tempuh perjalanan menjadi jauh lebih lama dari biasanya.
 
Selain itu, tekanan terhadap harga juga terasa. Selain faktor tingginya permintaan di masa libur dan menjelang perayaan Galungan, ketidakstabilan situasi di Timur Tengah turut memengaruhi kenaikan harga bahan bakar.

Kondisi ini kemudian berdampak pada penyesuaian tarif akomodasi dan biaya layanan lainnya.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung

Artikel Terkait

Dishub Gianyar Urai Macet Ubud, Belok ke Jalan Made Lebah Dibatasi

Dishub Gianyar Urai Macet Ubud, Belok ke Jalan Made Lebah Dibatasi

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Ubud sejak Senin (24/8). Kebijakan yang masih dalam tahap uji coba ini ditujukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di seju

Kemacetan Ubud Belum Bikin Wisatawan Batalkan Liburan, Dispar Bali Dorong Sebarkan Destinasi

Kemacetan Ubud Belum Bikin Wisatawan Batalkan Liburan, Dispar Bali Dorong Sebarkan Destinasi

Dinas Pariwisata Provinsi Bali memastikan kemacetan di kawasan wisata seperti Ubud belum menyebabkan wisatawan membatalkan kunjungan ke Pulau Dewata. Hasil pemantauan dan survei bersama pelaku industri pariwisata hingga

Catat! Desa Adat Lodtunduh Berlakukan Denda Rp5 Juta Bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Catat! Desa Adat Lodtunduh Berlakukan Denda Rp5 Juta Bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Desa Adat Lodtunduh, Kecamatan Ubud, mengambil langkah tegas mengatasi maraknya pembuangan sampah sembarangan. Mulai saat ini, siapa saja yang tertangkap membuang sampah sembarangan di wilayah desa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer